Terimakasih atas kunjunagan anda
Batman Begins - Diagonal Resize 2
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Ini Dia Robot Pemadam Kebakaran

Headline
ubergizmo
Oleh: a.taufiqqurakhman
Teknologi - Sabtu, 8 Juni 2013 | 18:06 WIB
INILAH.COM, California - Para ilmuwan membuat sebuah robot 'pemadam kebakaran' yang mampu mendeteksi api berdasarkan penggambarab panas secara 3D. Seperti apa?

Robot yang disebut sebagai "Firefighting Robot (FFR)" tersebut lebih cocok disebut sebagai Fire Locating Robot (FLR) karena teknologi yang mereka gunakan.

Seperti yang dikutip dari Ubergizmo, robot tersebut menggunakan kamera pelacak panas yang meng-generate gambar 3D akan titik panas dan gerakan manusia.

Lalu sensor pada hardware robot tersebut juga cukup simpe dan tidak terlalu rumit dengan robot-robot kebanyakan.

Kita nantikan saja semoga robot ini bisa diproduksi dalam skala massal untuk ke depannya.

Senin, 25 November 2013

Samsung Galaxy Grand 2 Resmi Diperkenalkan dengan Layar 5.25 Inci dan Prosesor Quad Core

Phablet milik Samsung bukan hanya Galaxy Note. Perusahaan asal Korea Selatan itu juga meluncurkan seri Galaxy Grand yang ditujukan untuk segmen menengah. Dan kini, Samsung baru saja merilis suksesor dari phablet tersebut, yakni Galaxy Grand 2.
Smartphone ini hadir dengan layar besar 5.25 inci yang mempunyai resolusi 1280 x 780 piksel. Di bagian dalamnya, smartphone ini menawarkan prosesor quad core dengan kecepatan 1.2GHz. Dalam press rilisnya yang dikutip dari GSM Arena, Samsung tak menjelaskan jenis prosesor apa yang mereka gunakan pada smartphone ini.
Spesifikasi berikutnya, handphone ini menggunakan RAM sebesar 1.5GB dan memori internal sebesar 8GB. Ada pula opsi penambahan kapasitas penyimpanan menggunakan slot microSD. Sementara itu untuk sumber tenaga, terdapat baterai berkapasitas 2600 mAh.
Galaxy Grand 2 ini juga memiliki fitur dual SIM card. Di bagian belakang, ada kamera utama 8MP dan diluncurkan dengan memakai OS Android Jelly Bean 4.3. Smartphone ini tak hanya tersedia dengan pilihan warna hitam dan putih. Namun ada pula opsi warna pink. Sayangnya belum ada pengumuman mengenai kapan handphone ini akan mulai dijual di pasaran. Pun halnya mengenai harganya.
via GSM Arena

Senin, 04 November 2013

SATELIT PARAMETER SIARAN SCTV BERUBAH

Satelit parameter siaran nasional SCTV akan mengalami perubahan. Perubahan ini akan dilakukan pada hari Selasa, 16 Juni 2009 mulai pukul 03.00 WIB. Satelit parameter yang baru adalah satellite Palapa C2, transponder 2 H (Horizontal), frequency 3755,5 Mhz, symbol rate 6,2500 Msym/s, dan FEC ¾. “Dengan perubahan ini, masyarakat yang selama ini menonton siaran nasional SCTV menggunakan antena parabola, harus merubah satelit parameter lama ke paramater yang baru tersebut”, kata Budi Darmawan, Senior Manager Public Relations SCTV.

Sabtu, 02 November 2013

LIMA KESALAHPAHAMAN SOAL BELANJA ONLINE

Popularitas situs belanja online turut meningkat sejalan dengan tren e-Commerce global. Ini tidak terlepas dari peningkatan pemahaman masyarakat dalam menggunakan teknologi dan melihat keuntungan belanja online.

“Kami melihat bahwa online shopping menawarkan para pelanggannya kenyamanan dan kemudahan yang lebih, dalam memilih serta membandingkan barang belanjaan mereka,” kata Presiden Direktur PT Visa Indonesia Ellyana Fuad.

“Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, eCommerce memberikan kesempatan yang sangat besar, baik bagi para penjual dan pembeli di Indonesia,” lanjutnya.

Berdasarkan survey Visa, sekitar 76 persen responden mengaku pernah belanja online dalam kurun 12 bulan terakhir. Sayangnya, hampir setengah dari responden memiliki kekhawatiran yang sebenarnya merupakan kesalahpahaman terkait belanja online.

“Visa berusaha untuk meluruskan hal-hal ini dengan menjelaskan lima mitos utama dalam online shopping serta apa fakta yang sebenarnya terjadi di Indonesia”, jelas Elly.

1. Belanja di toko tradisional lebih nyaman ketimbang online

Fakta:
Dengan online shopping, kita dapat berbelanja dengan nyaman dari rumah, tidak perlu lagi bersusah payah menerobos kemacetan di Jakarta. Selain itu, online shopping juga menawarkan berbagai barang-barang menarik, bahkan yang tidak tersedia di toko tradisional. Buka selama 24 jam 7 hari seminggu, hanya dengan mengklik mouse komputer, Anda dapat melakukan transaksi, dimanapun dan kapanpun. Semua barang belanjaan tersebut juga dapat diantar langsung sampai ke rumah Anda.

2. Belanja online lebih mahal dibandingkan toko tradisional

Fakta:
Online shopping membuka akses kita ke pasar global, memberikan kebebasan dalam memilih barang. Ini bisa membantu kita untuk membandingkan berbagai produk, layanan dan harga dari beragam toko di seluruh dunia. Dan, pada akhirnya membantu kita dalam membuat keputusan membeli barang dengan harga terbaik.

3. Tidak bisa menggunakan kartu debit

Fakta:
Kartu debit Visa dari beberapa bank penerbit dapat digunakan dalam bertransaksi secara online, dengan keamanan yang sama dengan saat digunakan di transaksi lainnya. Kartu debit Visa juga dilengkapi dengan layanan Verified by Visa (VbV) sehingga keamanan dalam bertransaksi akan tetap terjaga.

4. Toko online di luar negeri tidak melayani pengiriman ke Indonesia

Fakta:
Terdapat banyak layanan jasa pengiriman seperti BorderFree, memiliki alamat di luar negeri, seperti di Amerika, Inggris, Jepang, atau Cina,. Retailer dapat mengirimkan barang belanjaan Anda ke alamat tersebut. Setelah sampai, barulah mereka akan mengumpulkan dan mengepak ulang barang belanjaan Anda untuk kemudian dikirimkan ke alamat tujuan akhir. Layanan pengiriman seperti ini dapat membantu Anda dalam menghemat biaya pengiriman barang belanjaan secara signifikan.

5. Belanja di toko online internasional kurang aman dan kurang nyaman

Fakta:
Online shopping membawa pasar global kehadapan kita. Membuat kita bisa memiliki banyak pilihan produk, diskon, dan promo yang tidak bisa ditemukan di toko-toko tradisional di Indonesia.(mdk/yud

Kamis, 10 Oktober 2013

Pesawat Tempur Indonesia-Korsel Tetap Sesuai Jadwal

Program pesawat tempur Indonesia-Korsel dihentikan sementara. Kendati demikian, pembuatan jet tempur bersandi IFX/KFX itu tidak akan meleset dari jadwal yang sudah ditetapkan yakni rampung pada 2020.
  
Penegasan tersebut dikatakan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI), Budi Santoso di Bandung, Selasa (26/11). "Jadwal tetap, karena sekalipun berhenti, orang-orang yang terlibat di dalamnya tetap berkerja menyelesaikan rangkaian proses yang sudah disusun dari pembuatan pesawat tersebut di negaranya masing-masing," katanya.
Sebelumnya, PT DI telah menarik tenaga ahlinya sebanyak 50 orang dari Korsel. Program kerjasama itu dihentikan karena adanya persoalan yang harus dihadapi Korsel.
PT DI melalui Kemenhan masih menunggu sinyal dari Negeri Gingseng untuk kelanjutannya. Dalam program kerjasama tersebut, Korsel memegang porsi hingga 80 persen.
Pada saat dihentikan, kedua negara masih fokus pada basic design. Keduanya ingin menghadirkan fighter kelas menengah. Kemampuannya di atas jet tempur legendaris, F-16 dan sedikit di bawah F-35.
"Kenapa kelas menengah karena adanya kekosongan mengingat pesawat tempur yang berada di dalamnya masih dari generasi lama sedangkan kebutuhannya masih tinggi," katanya.
Kendati belum berpengalaman dalam jet tempur, PT DI mempunyai keunggulan dalam pembuatan badan pesawat. Sedangkan Korsel dalam persenjataan dan elektronik.
Kedua potensi itu coba digabungkan terutama agar mempunyai jet tempur yang unggul dalam pendeteksian musuh dan mengeksekusinya secara tepat lewat persenjataan.

Selasa, 10 September 2013

Industri Kereta Api

PT Industri Kereta Api Indonesia (PT INKA) merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara yang berdiri di 19 Agustus 1981. PT INKA merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap yang dimiliki oleh PJKA (sekarang PT Kereta Api) pada saat itu. Balai yasa ini berlokasi di Madiun. Semenjak lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi, maka balai yasa ini dialihfungsikan menjadi pabrik kereta api. Penentuan lokasi dan pendirian pabrik kereta ini berdasarkan hasil studi dari BPPT.
PT INKA, sebagai salah satu badan usaha milik negara terus mengalami perkembangan, diawali pada tahun 1981 dengan produk berupa lokomotif bertenaga uap kini menjadi industri manufaktur perkeretaapian yang modern. Aktivitas bisnis INKA yang ada kini berkembang mulai dari penghasil produk dasar menjadi penghasil produk dan jasa perkeretaapian dan transportasi yang bernilai tinggi.
Transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan mampu memberikan keberhasilan dan mendapatkan solusi terbaik untuk perbaikan transportasi kereta api. Dalam persaingan global, PT INKA mengembangkan berbagai jenis produk di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.
Melalui perbaikan dan pembaharuan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya beradaptasi terhadap persaingan global, PT INKA memasuki dunia bisnis ini dengan mengedepankan nilai-nilai :integritas, profesional dan kualitas. Dalam menghadapi tantangan dunia bisnis ke depan, PT INKA tidak hanya bergelut dalam produk-produk perkeretaapian, namun menghasilkan produk lain yang lebih luas yang mampu memberikan kontribusi terhadap permintaan infrastruktur dan sarana transportasi.
PT INKA melakukan joint venture dengan General Electric dalam memproduksi lokomotif. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produksi juga ditujukan untuk ekspor terutama ke Malaysia

Selasa, 03 September 2013

RI Siap Produksi Jet Tempur Sekuat Sukhoi

Ini kabar membanggakan dari industri alat utama sistem persenjataan Indonesia. Para insinyur Indonesia sedang menyiapkan jet tempur baru. Kualitas  pesawat ini diharapkan mampu menandingi jet dari Rusia Sukhoi Mk 2.

Teknisi putra bangsa bekerja bersama dalam proyek yang disebut jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) yang dilakukan bersama Korea Selatan. "Perkembangannya sangat bagus," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen Hartind Asrin kemarin (28/05). 

Sepanjang 2012 ini, para teknisi diharapkan bisa menguasai pengembangan teknis pesawat KFX. Sampai sekarang, pengembangan teknis sudah berjalan sesuai rencana. "Kita harapkan prototype pesawat tuntas pada tahun depan," katanya. 

Delegasi Komite Kerja Sama Industri Pertahanan Korea Selatan juga sudah berkunjung ke Indonesia pekan lalu. Menurut Hartind, pihak Korsel sangat puas dengan kinerja insinyur Indonesia. 

Tahun depan,  para teknisi harus sudah beralih pada pencapaian berikutnya, yakni pengembangan mesin dan manufaktur. Diharapkan, pada tahap ini sudah bisa dibuat enam buah prototipe pesawat KFX.

Menurutnya, teknisi dari Indonesia dalam alih teknologi KFX/IFX ini bisa mengimbangi para teknisi dari Korea Selatan yang notabene adalah negara perancang pesawat itu. "Awalnya sulit bagi teknisi kita. Tapi, saat ini mereka sudah bisa mengimbangi," ujarnya.

Sekitar tujuh bulan lalu, Kemhan telah mengirimkan 37 teknisi untuk tahap awal proses alih teknologi. Mereka terdiri atas enam pilot pesawat tempur TNI AU, tiga orang dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, 24 teknisi dari PT Dirgantara Indonesia, dan empat dosen teknik penerbangan dari Institut Teknologi Bandung.

Mantan Atase Pertahanan KBRI Malaysia ini mengatakan, untuk pengiriman para teknisi selanjutnya, Kemhan akan mempersiapkan sarana dan prasana, sumber daya manusia, serta manajemen yang baik."Biasanya kita akan meminta kepada pihak Korea, pengembangan apa yang bisa dilakukan lebih awal. Kita berupaya melengkapi sesuai dengan keinginan mereka agar alih teknologi berjalan sebaik-baiknya," katanya. 

Kemhan berkomitmen, alih teknologi ini tidak hanya fokus pada hasil, tetapi pada proses. Hal ini dinilai penting agar proses alih teknologi benar-benar berjalan sempurna dan Indonesia bisa segera mampu membuat jet tempur sendiri.

Rencananya, proyek KFX/IFX ini akan berlangsung hingga 2020 dengan jumlah pesawat yang akan dibuat adalah 150 unit senilai USD 8 miliar. Sementara Indonesia akan mendapatkan sebanyak 50 unit dengan anggaran sebesar USD 1,6 miliar. "Jika lancar semua, ini adalah pesawat jet tempur pertama yang dibuat oleh ilmuwan Indonesia," katanya. (rdl/nw)

Jumat, 30 Agustus 2013

Pesawat dan Rudal asli buatan Indonesia


Pesawat Dan Rudal Buatan Asli Indonesia, Mandiri Produksi Senjata Militer, Kekuatan Indonesia dengan Alutista asli dalam negri patut di ancungi jempol, Hanya Politik Busuk yang ingin Indonesia hanya bisa beli dari Eropa sehingga indonesia menjadi bodoh dan menjadi budak pembeli dimana selamanya indonesia akan ketinggalan kecanggihan peralatan militernya. Saat ini Indonesia Cukup diperhitungkan kekuatan militernya di mata Dunia, selain pasukan KOPASUS juga Indonesia mampu membuat Rudal dan Pesawat sendiri.

Roket RX-420
Pesawat Dan Rudal Buatan Asli Indonesia


Pesawat CN-235 Militer

Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri, (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset. Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.

Roket RX-420

Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang cerita Pilpres, tetapi di Australia, Singapura, dan juga Malaysia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor.


Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller, cek pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp 50 milyar, apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp 700 trilyun.

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura, dan Malaysia?

Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama "Nano Satellite" sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India, dan Iran.

Nah kekhawatiran Australia, Singapura, dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos, tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan.

CN-235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura, dan Malaysia sudah lama menyaksikan kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan, tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN-235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama-sama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan.

CN-235 diluncurkan sebagai kerjasama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech companyuntuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerjasama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purnarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988.

Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, C-295
Penjaga Pantai Amerika Serikat / U.S. Coast Guard membeli CN-235 (diberi kode HC-144A) di bawah program pesawat maritim jarak sedang (MRSMPA).
Pesawat HC-144A pertama dikirim EADS CASA ke Lockheed Martin untuk dipasang alat-alat untuk misi maritim pada bulan December 2006.
Pada bulan Agustus 2006, 3 CASA CN-235-10 masih terbang, dua dengan Safair dan satu Tiko Air, kedua-duanya di Afrika.
Asian Spirit juga mengoperasikan CN-235-220 di Filipina (informasi bulan June/July 2007).
Irish Air Corps mengoperasikan dua buah 2 CN-235 untuk patroli maritim.
Variant CN-235


* CN-235-10: Versi awal produksi (15 dibuat oleh masing-masing perusahaan), dengan mesin GE CT7-7A.

* CN-235-100/110: Pada dasarnya seri 10, tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dan nacelles komposit; menggantikan Seri 10 di tahun 1988 sejak produksi ke 31. Seri 100 adalah buatan Spanyol, seri 110 adalah buatan Indonesia, dengan sistem lingkungan, peringatan, dan elektris yang lebih baik.


* CN-235-200/220: Versi yang ditingkatkan. Penguatan struktur untuk mengakomodasi operating weights yang lebih berat, aerodinamis yang lebih baik di leading-edges sayap dan rudder, landasan yang lebih pendek dan peningkatan jarak terbang dengan muatan maksimum. Seri 200 adalah buatan Spanyol, Seri 220 adalah buatan Indonesia.


* CN-235-300: Modifikasi Seri 200/220 oleh CASA dengan menggunakan perangkat avionics Honeywell. Perubahan yang lain mencakup tekanan udara di dalam pesawat yang lebih baik dan menyediakan ruang untuk dua nosewheel.


* CN-235-330 Phoenix: Modifikasi Seri 200/220 oleh IPTN dengan menggunakan perangkat avionics Honeywell ARL-2002 EW dan 16.800 kg/37.037 lb MTOW. Pesawat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan Project Air 5190 untuk pesawat angkut taktis Angkatan Udara Australia. Program CN-235-330 dibatalkan pada tahun 1998 karena masalah keuangan.


* CN-235 MPA: Versi patroli maritim

Perseteruan Dalam Negeri
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM, dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN-235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN-235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN-235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang lainnya dari perairan Indonesia.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri, terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.

Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya, para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat, tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.


Sekian dulu artikel Pesawat Dan Rudal Buatan Asli Indonesia

2 komentar for "Pesawat Dan Rudal Buatan Asli Indonesia"

  1. Anonim says:
    Assalamualaikum w.r
    Alhamdulillah.. semoga apa yang sudah dipaparkan dengan jelas disini, bangsa kita dari atas sampe kebawah buka maata dan telinga, sehingga bisa menghargai karya bangsanya sendiri.
    Kita berharap, semoga pemimpin bangsa kita tidak terjebag lagi oleh bangsa lain ( IMF ) yang konon bangsa yahudi memang paling takut klu bangsa yang manyoritas berpenduduk muslim maju dan berkembang. Ingat, walau bangsa Indonesia manyoritas adalah Muslim, kita ini Muslim MODERAT yang sangatcinta damai. sebagai seorang Muslim,saya pribadi sangat membenci klu ada penindasan kaum minoritas di negeri ini.
    Maju terus bangsaku, kembangkan tegnologi yang lain juga, kebutuhan massal seperti MOBNAS juga perlu di perhatikan
    Wassalamu alaikum warochmatulai wabarokatuh

Kamis, 29 Agustus 2013

BATERAI MOBIL LISTRIK GENDHIS TERBAKAR, DAHLAN: INI BAGIAN MENUJU KESEMPURNAAN

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak menyesal baterai mobil listrik pesanannya dari bengkel Kupu-kupu Malam terbakar. Justru ini menjadi pembelajaran menuju kesempurnaan karya anak bangsa.

"Ini bagian pembelajaran untuk kesempurnaan sebuah karya besar anak bangsa sendiri untuk mencapai cita-cita kemandirian bangsa. Tidak ada penemuan karya besar yang tidak melewati lika-liku yang dalam," kata Dahlan dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Senin (25/11/2013).

"Pesawat pun tidak akan bisa terbang hebat seperti sekarang dengan mulus. Berbagai kesalahan dan kecelakaan terjadi pada tahap-tahap awalnya," ujarnya.

Dahlan juga sudah meminta insiden yang terjadi kepada mobil rancangan Ricky Elson dkk ini dibuka sejelas-jelasnya untuk kepentingan pembelajaran bagi anak bangsa.

Insiden yang terjadi pada mobil Gendhis berwarna merah putih akhir pekan lalu itu pun tidak besar. Hanya bagian baterai saja yang terbakar, badan serta bagian mobil lainnya masih selamat.(ang/dnl)


Rabu, 28 Agustus 2013

Canggihnya Kacamata Penerjemah Bahasa

Jepang - Bahasa seringkali menjadi kendala saat seseorang berkomunikasi dengan orang dari negara lain. Sebuah 'kacamata' penerjemah akan memudahkan dalam berkomunikasi. Seperti apa sih?
Adalah NEC, sebuah perusahaan teknologi Jepang yang membesut alat tersebut. Berbentuk menyerupai kacamata, namun tanpa lensa, Tele Scouter-demikian nama alat ini- akan membantu orang yang mengenakannya untuk memahami bahasa lawan bicaranya.
Syaratnya, kedua orang yang sedang bercakap-cakap harus mengenakan kacamata ini. Hasil terjemahan akan tersedia secara cepat melalui suara dan teks, seperti layaknya subtitle dalam film.
"Anda dapat membuat percakapan terus mengalir. Alat ini dapat digunakan dalam pembicaraan penting," ujar pejabat pengembangan pasar NEC, Takayuki Omino, seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (6/11/2009).
Dengan kehadiran alat ini, kedua pihak yang terlibat dalam pembicaraan tidak membutuhkan jasa seorang penerjemah manusia, sehingga kerahasiaan percakapan dapat lebih terjaga.Cara kerjanya, setiap ucapan pembicara akan ditangkap oleh mikrofon, diterjemahkan oleh software penerjemah dan terjemahan akan tersedia, baik dalam bentuk teks maupun audio. Pengguna alat ini tetap masih bisa menatap lawan bicaranya karena teks terjemahan hanya akan diproyeksikan ke bagian retina.Untuk tahap awal, Tele Scouter ini akan diluncurkan di Jepang, November tahun depan, namun tanpa alat penerjemah. Tele Scouter tanpa penerjemah ini dapat digunakan oleh orang-orang di bagian penjualan, dengan cara dihubungkan kamera, software pendeteksi wajah dan database klien toko untuk memberikan informasi tentang riwayat pembelian konsumen.Sementara itu Tele Scouter yang dilengkapi dengan penerjemah rencananya baru akan diluncurkan di tahun 2011. (faw/fyk)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pertahanan dan Keamanan

Perkembangan TIK yang sangat pesat di berbagai belahan dunia juga berimbas kepada semakin canggih dan variatifnya bentuk-bentuk kerawanan terhadap kedaulatan NKRI. Untuk menghadapi dan mengantisipasi situasi dan kondisi tersebut diperlukan pembekalan pengetahuan TIK yang tinggi dan komprehensif bagi para penegak dan penjaga kedaulatan NKRI yakni para Perwira TNI dan POLRI di bidang TIK. Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (akan) menyelenggarakan Program Magister Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pertahanan Keamanan (TIK-Hankam, ICT for Defense and Security). Program Magister ini selain dapat menghasilkan lulusan yang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi beserta penerapannya untuk Pertahanan dan Keamanan, diharapkan secara bertahap dapat mewujudkan suatu Sistem C4ISR (Command-Control-Communication-Computer-Intelligence-Surveillance and Reconnaissance) khas Indonesia sebagai pendukung Sistem Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia. Program Magister TIK-Hankam adalah salah satu Opsi pada Program Magister Teknologi Elektro dan Informatika, yang lebih bersifat penerapan keilmuan Teknik Elektro-Informatika untuk pengembangan Teknologi Elektro-Informatika.
Tujuan khusus:
  1. Menghasilkan lulusan berintegritas tinggi yang menguasai fundamental Teknologi Informasi dan Komunikasi dan kreatif menggunakan ilmunya untuk pengembangan sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia.
  2. Mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung Sistem Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia.
  3. Menghasilkan inspirasi teknologi yang dapat dipergunakan untuk penyempurnaan konsep Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia.
Dari perspektif Pertahanan Keamanan, terdapat 5 (lima) inti bidang keilmuan dan teknologi Informasi dan Komunikasi, yaitu:
  1. Infrastruktur komunikasi dan Keamanan Informasi. Infrastruktur Komunikasi. Infrastruktur komunikasi memiliki peran sangat penting dalam siklus keputusan untuk Komando dan Kendali (K2). Dalam paradigma Network-Centric Warfare (NCW), infrastruktur komunikasi menghubungkan sensor-sensor (divais, sistem dan personil) yang digelar secara strategis guna mendukung kegiatan Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) dalam pelaksanaan misi-misi pada masa damai maupun masa perang. Keamanan Informasi. Transmisi sinyal antar infrastruktur TIK dan sensor-sensor memiliki probabilitas tinggi untuk disadap, dibelokkan, diubah atau diganggu secara elektromagnetik. Informasi dalam pelaksanaan misi-misi operasi dalam bentuk apapun baik taktis maupun strategis harus memiliki perisai berlapis dan hal ini dapat dicapai dengan teknik-teknik pengamanan informasi yang handal dan anti-tembus.
  2. Sistem Sensor dan Wahana berbasis TIK. Sensor-sensor adalah ujung tombak dalam satu sistem Pertahanan Nasional berbasis TIK. Sensor-sensor ini digelar di berbagai lokasi strategis dalam bentuk wahana-wahana berawak maupun tak berawak di matra udara (Aerial Vehicle), matra darat (Ground Vehicle) dan matra laut (Sea/Submersible Vehicle). Beberapa di antara sensor-sensor tersebut dilengkapi dengan kemampuan Kecerdasan Tiruan (Artificial Intelligent) agar mampu melaksanakan misi di daerah rawan secara mandiri (self-governing).
  3. Pengolahan data, suara dan video. Data, video dan suara adalah sumber-sumber informasi yang dikumpulkan oleh sensor-sensor dalam aktifitas ISR-nya. Pengolahan dilakukan semenjak informasi diterima dari sensor-sensor hingga menjadi informasi komprehensif sebagai dasar bagi pengambilan keputusan untuk K2. Termasuk di dalamnya adalah metoda dan teknik fusi informasi untuk memperoleh information signature untuk memberikan alternatif keputusan yang akan diambil oleh pimpinan operasi atau Panglima TNI.
  4. Sistem operasi, latihan dan Manajemen. Sistem Operasi dan Latihan. Kesuksesan pelaksanaan misi operasi dalam rangkaPertahanan Nasional terkait erat dengan kekontinuitasan latihan guna mempertahankan dan meningkatkan keahlian serta kompetensi pribadi dan kelompok. Dalam penggelaran misi operasi, TIK memegang peranan sangat penting untuk dapat meminimalkan siklus keputusan Observe, Orient, Decide, and Act (OODA). Siklus keputusan minimal memberikan kemungkinan besar untuk dapat mereduksi kerugian personil, materiil dan juga anggaran. Siklus keputusan minimal dapat dilatih melalui infrastruktur latihan berbasis TIK. Manajemen. Dalam mengelola infrastruktur baik untuk operasional, latihan kering dan basah serta yang berkaitan dengan logistik diperlukan satu pola manajemen yang tepat dan cepat karena tidak hanya menyangkut personil namun juga materiil yang terdiri atas infrastruktur TIK dan sensor-sensor.
  5. Konsep Pertahanan dan Keamanan khas Indonesia berbasis TIK. Konsep Pertahanan dan Keamanan suatu negara sangat berkaitan dengan budaya bangsa dan lingkungan alamnya. Penggunaan teknologi , baik tradisional maupun modern, dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan merupakan pendukung untuk peningkatan kualitas sistem. Dengan demikian sistem Pertahanan Keamanan suatu negara tidak dapat ditiru oleh negara lain, namun dapat memberikan inspirasi. Konsep Perang Rakyat Semesta dan kemanunggalan rakyat dengan TNI-POLRI yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan dapat dikembangkan dengan dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review